Cerpen : Mawar
Karya : Aldhi Wahyu Pratama
"Roses fall, but the thorns remain"
Siang itu panas, aku menyempatkan pergi ke salah satu tokoh bunga di sudut kota setelah lelah di kampus seharian. Aku sendiri memang sering pergi ke toko tersebut walau hanya sekedar melihat bunga-bunga dan tidak membeli. Seperti biasa aku membuka pintu toko dan menyapa Laksmi. Laksmi adalah seorang penjaga toko bunga Rose, dia adalah seorang yang baik, murah senyum. Dia acapkali bercerita tentang kehidupannya merawat bunga-bunga di toko itu, tentang orang-orang yang membeli bunga. Mulai dari bunga yang dibeli untuk seorang kekasih hati hingga bunga yang dirangkai sebagai ucapan selamat tinggal. Aku bahkan tidak pernah membeli setangkai bunga pun di toko itu, aku sendiri menikmati warna-warna di toko tersebut namun tidak dengan memilih bunga.
Saat
aku berjalan di toko tersebut dan memandangi bunga-bunga, aku tertarik dengan
setangkai bunga. Dengan nada penasaran aku bertanya pada Laksmi...
“Eh, Laksmi. Kamu tahu gak ini
bunga apa?” tanyaku keheranan
“Oh, itu? warnanya merah itu ya?”
tanya Laksmi balik padaku
“iya yang itu tuh” jawabku dengan
menunjuk ke arah salah satu bunga
“Itu namanya mawar, kalau kata
orang-orang sih bunga mawar merah diberikan pada orang yang terkasih” jelas
Laksmi kepadaku
Tiba-tiba aku tertarik dengan bunga
mawar tersebut. Aku ingin memilikinya.
“Kamu mau ambil bunga itu?” tanya
Laksmi
“Boleh, boleh. Berapa yang harus ku
bayar?” kataku sembari mengeluarkan dompet dari celanaku
“Udah gak usah, itu buat kamu aja.
Bunga itu cuman ada satu disini, bawa aja gakpapa” kata Laksmi dengan melempar
senyumnya
“Wah, beneran nih? Kalau begitu
makasih Laksmi hehe”
“Iya, Wan. Sama-sama”
Akhirnya aku pulang dan membawa
bunga tersebut, aku senang sekali. Sesampainya di rumah, ku simpan bunga mawar
itu di atas meja belajarku. Mawar itu warnya merah, menyenangkan memandanginya.
Baunya? Harum sekali. Entah kenapa aku suka memiliki bunga mawar itu. Sesekali
ku genggam... sakit. Ternyata bunga mawar memiliki batang yang berduri ya? Duh tanganku
berdarah tapi aku tetap senang dengan bunga mawar tersebut. Sepanjang malam ku
menikmati bunga tersebut hingga akhirnya aku terlelap.
Keesokannya
aku terbangun. Ku lihat jam tanganku menunjukkan pukul 09.14, mampus kau! Aku
telat bangun. Dengan cepat ku menggosok gigiku dan mencuci muka lalu pergi ke
kampus karena hari ini aku ada kelas pukul 09.30 sedangkan perjalanan yang ku
tempuh sekitar 10-15 menit. Dengan tergesa-gesa aku pun berangkat ke kampus
tanpa melihat bunga mawar yang ku simpan. “semoga aku gak telat” kataku dalam
hati. Perjalanan yang cepat ku tempuh, hanya butuh 9 menit sampai kampus. Akan
tetapi waktu telah menunjukkan pukul 09.32 dan Aku memberanikan diri masuk
kelas. Dosen mata kuliah ini baik sehingga aku tidak mendapat punishment dari beliau. Aku pun
mengikuti kelas tersebut dan karena aku hanya ada kelas 1 mata kuliah di hari
Rabu ini maka aku bergegas pulang ke rumah untuk melihat bunga mawarku.
Aku
pun sampai di rumah. Kemudian aku langsung naik ke lantai 2 menuju kamarku. Aku
kaget! Bunga mawarku yang berwarna merah menjadi layu. “Hah? Ada apa?” kataku
kaget melihat mawar tersebut layu dan daunnya berubah menjadi coklat. Aku
bingung dan tanpa pikir panjang ku bawa bunga tersebut ke Toko Rose, bertemu
Laksmi. Aku bergegas kembali ke kota. Waktu menunjukkan pukul 13.46 yang
berarti Laksmi masih berjaga di toko. Benar, Laksmi ada di toko tersebut,
syukurlah.
“Laksmi? Bunga mawarku!” aku masuk
toko dengan menyodorkan bunga mawar layu itu
“Ada apa, Wan? Ah kenapa bisa layu?”
tanya Laksmi
“Aku juga gak tahu, tapi kemarin
bunga ini masih segar, esoknya sudah layu” jelasku kepada Laksmi
“Apa kamu kasih perhatian ke dia?”
tanya Laksmi sembari membawa bunga tersebut
“Maksudmu apa sih?”
“Kamu kemarin kasih dia air gak? Atau
kamu kasih ke vas?” tanya Laksmi dengan nada sedikit meninggi
“Ah, aku gak kasih ke vas ataupun
aku kasih air. Aku simpan dia diatas meja” kataku dengan sedih
“Kamu harusnya kasih dia air!” Kata
Laksmi marah
“Udah bawa aja bunga mawar yang layu ini!” lanjut Laksmi dan memberikan bunga layu itu kepadaku
“Udah bawa aja bunga mawar yang layu ini!” lanjut Laksmi dan memberikan bunga layu itu kepadaku
“Maafin aku... Laksmi” kataku sedih
dengan menggenggam bunga mawar layu tersebut, sakit.
Aku pun pergi meninggalkan toko
bunga tersebut. Tak sepatah kata keluar dari mulut Laksmi, bahkan kata “maaf”
dariku tak dibalas olehnya. Ya sudah. Aku pikir aku bisa menyimpan bunga mawar
itu lebih lama ternyata aku salah

Komentar
Posting Komentar