Reboot: Memulai lagi
Entah, apa yang terbesit dalam pikiran saat ini. Keinginan untuk menulis muncul kembali. Bukan karena apa-apa, tapi karena keadaan memaksa. Hingga sampai saat ini, keadaan bumi belum saja membaik. Sudah hampir 2 bulan lamanya, Indonesia telah merasakan dampak dari coronavirus atau COVID-19. Ya benar, jaga jarak, tidak bisa bertatap muka langsung dan bahkan untuk mendengar suaranya pun melihat wajahnya tidak bisa (wkwk malah curhat)
tapi semua benar adanya...
Tentunya karena tidak ada kerjaan selain melihat youtube, bermain gim dan mengerjakan revisi skripsi yang saat ini juga ikut terhambat karena dampak negatif dari COVID-19 maka saya putuskan untuk menulis kembali untuk mengisi waktu. Mengisi waktu dengan menulis pun membutuhkan keberanian yang cukup besar menurut saya, karena untuk memulai sesuatu yang sudah lama ditinggalkan tentu saja berat dan perlu meraba-raba lagi. Belum lagi ditambah kosakata yang saya ketahui cukup sedikit. Namun, semua itu harus dimulai, benar kan? karena kalau tidak sesegera mungkin dimulai, ide-ide yang ada dipikiran apabila tidak dituangkan dalam bentuk tulisan tentunya akan hilang dengan cepat. Sayang apabila hal tersebut terjadi. Selain itu mungkin ada sedikit rasa iri terhadap teman-teman lain yang bisa menulis bebas maupun bertema sesuai jurusan masing-masing. Ya cukup jengkel dengan diri sendiri karena bingung bagaimana cara menuangkan isi pikiran pada tulisan, cukup banyak dan sesak di dalam kepala. Sehingga hal tersebut harus dikeluarkan untuk memberikan kelonggaran pada pikiran dan hati saya.
Tentunya karena tidak ada kerjaan selain melihat youtube, bermain gim dan mengerjakan revisi skripsi yang saat ini juga ikut terhambat karena dampak negatif dari COVID-19 maka saya putuskan untuk menulis kembali untuk mengisi waktu. Mengisi waktu dengan menulis pun membutuhkan keberanian yang cukup besar menurut saya, karena untuk memulai sesuatu yang sudah lama ditinggalkan tentu saja berat dan perlu meraba-raba lagi. Belum lagi ditambah kosakata yang saya ketahui cukup sedikit. Namun, semua itu harus dimulai, benar kan? karena kalau tidak sesegera mungkin dimulai, ide-ide yang ada dipikiran apabila tidak dituangkan dalam bentuk tulisan tentunya akan hilang dengan cepat. Sayang apabila hal tersebut terjadi. Selain itu mungkin ada sedikit rasa iri terhadap teman-teman lain yang bisa menulis bebas maupun bertema sesuai jurusan masing-masing. Ya cukup jengkel dengan diri sendiri karena bingung bagaimana cara menuangkan isi pikiran pada tulisan, cukup banyak dan sesak di dalam kepala. Sehingga hal tersebut harus dikeluarkan untuk memberikan kelonggaran pada pikiran dan hati saya.
Kalau katanya Pak Pramoedya "menulislah, karena tanpa menulis engkau akan hilang dari pusaran sejarah". Ibarat benda arkeologis, saya berharap tulisan saya menjadi artefak yang kemudian hilang dan ditemukan kembali. Tapi saya sendiri tidak ingin orang-orang banyak tahu, artinya tulisan saya ini tidak saya bagikan lewat sosial media agar menarik pembaca lebih banyak wkwk. mungkin lebih tepatnya, platform ini saya gunakan untuk mencurahkan pikiran saya saat ini saja. Cukup penuh dan sesak (kita bicarakan hal ini di tulisan yang lain). Jadi, menjadi sesuatu yang spesial apabila tulisan saya bisa dibaca oleh seseorang yang saat ini menempati hati ini wkwk (kita juga akan bicarakan hal ini di tulisan yang lain).
Mungkin cukup sekian, sebenarnya ini bukan tulisan yang panjang, ya sangat pendek dibandingkan dengan tulisan orang lain. Namanya juga memulai kembali dan mengumpulkan niat (re: keberanian) sangat sulit untuk diri saya. Mungkin lain waktu akan saya bagikan tulisan saya agar dapat dibaca banyak orang.
Mungkin cukup sekian, sebenarnya ini bukan tulisan yang panjang, ya sangat pendek dibandingkan dengan tulisan orang lain. Namanya juga memulai kembali dan mengumpulkan niat (re: keberanian) sangat sulit untuk diri saya. Mungkin lain waktu akan saya bagikan tulisan saya agar dapat dibaca banyak orang.
Komentar
Posting Komentar